Minggu, 20 April 2014

DOKUMENTASI PEMBAGIAN BUKU "MELAMPAUI IMAJINASI"

Sabat Spesial Pembagian Buku "Melampaui Imajinasi" di bagikan oleh Anggota GMAHK Jemaat Klabala, di mall, pangkalan ojek, pasar dan tempat keramayan lainnya diseputaran kampung baru sorong
Semoga buku yang di bagikan akan membawa jiwa datang kepada Tuhan.
Tuhan Memberkati Kita Semua.








Senin, 31 Maret 2014

MALAM PENERIMAAN KELAS KEMAJUAN PATHFINDER KLUB TEGAR, DOOM & RAFIDIN HILL


Kepanduan Advent atau yang lebih di kenal dengan sebutan Pathfinder Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, merupakan suatu kegiatan kepanduan yang lebih mengutamakan pembinaan kerohanian, serta di wilayah sorong sendiri sudah memiliki 12 klub pathfinder.





Tiga dari dua belas klub yang ada di wilayah sorong, Pathfinder Klub Tegar, Pathfinder Klub Doom dan Pathfinder Rafidin Hill Club pada malam tadi telah mengadakan malam penerimaan anggota klub pathfinder untuk tahun 2014.

Acara ini berlangsung dengan hikmat dan aman, yang dilaksanakan di gedung gereja jemaat klabala kampung baru sorong, serta kegiatan ini sendiri merupakan aturan dimana sebelum melaksanakan kelas kemajuan terlebih dahulu melaksanakan malam penerimaan.

Acara ini pula dibuka secara resmi oleh Direktur Pathfinder Rafidin Hill Club, Master Guide Richard Saidui yang di tandai dengan pembakaran lilin utama pada meja penerimaan.



Hal ini di harapkan akan terus berlangsung hingga melahirkan generasi muda yang taat serta takut kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berjiwa patriot.

Jumat, 28 Maret 2014

SEJARAH PATHFINDER

Sejarah Pathfinder 


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah
Organisasi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dilibatkan untuk memperhatikan orang orang muda dan memberikan pelatihan tentang kepemimpinan kepada orang muda dan pelayanan kepada sesama manusia.
Dalam mengikuti perkembangan zaman, khususnya di era globalisasi ini seorang gembala harus dapat memanfaatkan setiap kekuatan yang ada di dalam jemaat untuk memajukan pekerjaan Kristus. Pekerjaan pekabaran Advent pada dasarnya dimulai oleh orang-orang muda yang mencintai akan kebenaran Kristus. Di dalam organisasi gereja Masehi Advent Hari Ketujuh pun ada Organisasi kepemudaan atau biasa disebut Pemuda Advent. Departemen lainnya yang dikenal ada Klub Master Guide, Klub Pathfinder, Klub Petualang, dan Klub Eager Beaver.
Klub Pathfinder adalah pusat progaram aktifitas-rekreasi-kerohanian gereja yang dibentuk untuk anak muda berumur 10-15 tahun. Dalam penulisan paper ini penulis lebih berfokus kepada kelas-kelas kemajuan yang ada pada Pahfinder.
Adapun Kelas-kelas Klub Pathfinder adalah sebagai berikut:
Kelas: Umur
1. .Sahabat (Friend – Biru) 10thn
2. Teman (Companion – Merah) 11thn
3. Penyelidik (Explorer – Hijau) 12thn
4. Perintis (Ranger – Silver/putih) 13thn
5. Penjelajah (Voyager – Maroon/coklat) 14thn
6. Pemimpin (Guide – Emas/kuning) 15thn
1.2 Identifikasi Masalah
Adapun yang merupakan identifikasi masalah pada penulisan paper ini, yaitu: Apa yang seharusnya orang muda lakukan di jemaat terhadap kelas-kelas kemajuan Pathfinder. Karena pathfinder juga masuk ke dalam kategori umur usia muda.

1.2 Pembatasan MasalahDalam hal ini penulis membatasi permasalahan yang akan dibahas dalam penulisan paper ini, yaitu atas Klub Pathfinder saja. Karena dalam jemaat ada beberapa Klub orang muda. Apa peranan orang muda yang dilakukan dalam kelas kemajuan Pathfinder tersebut.

1.3 Maksud dan Tujuan PenulisanAdapun maksud dan tujuan penulisan paper ini adalah untuk:
1. Untuk mengetahui peranan apa yang dapat dilakukan oleh orang muda terhadap kelas kemajuan Pathfinder
2. Untuk mengetahui sejarah berdirinya Klub Pathfinder
3. Untuk mempersiapkan penulis sebagai gembala kelak yang juga pasti mengembalakan para Pathfinder.

1.4 Metode Penulisan
Dalam melakukan penulisan paper ini, penulis menggunakan metode skriptif analisis, yaitu data/informasi yang berhasil dikumpulkan atau diperoleh selama penulisan paper ini, diproses untuk kemudian dibahas lebih lanjut dengan menggunakan data-data, informasi yang ada sehingga memperjelas gambaran mengenai obyek yang ditulis dan tekhnik penumpulan data yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

a. Penelitian Kepustakaan
Yaitu merupakan tekhnik pengumpulan data, dimana penulis mempelajari teori-teori serta menguimpulkan informasi melalui buku-buku, majalah, diktat, dan bahan bacaan lainnya yang berhubungan dengan masalah yang dibahas.
b. Penelitian Lapangan
Yaitu merupakan tekhnik pengumpulan data, dimana penulis melakukan penelitian secara langsung ke jemaat Parongpong, Pathfinder Klub Jawa Kawasan Barat. Adapun kegiatan yang dilakukan penulis adalah peninjauan langsung dengan mengadakan wawancara ataupun tanya jawab, mengikuti seminar-seminar yang berhubungan dengan masalah yang dibahas
c. Penelitian Melalui Internet
Membuka situs-situs yang menyajikan permasalahan yang penulis bahas.




BAB II
PEMBAHASAN MASALAH
2.1 Siapakah Pathfinders itu?Ada pepatah mengatakan, “Tak Kenal Maka Tak Sayang,” itulah kira-kira yang cocok dengan langkah pertama dalam Pathfinder ini. Langkah pertama yang perlu diketahui oleh pemuda/i yang mau turut aktif dalam meningkatkan kelas kemajuan Pathfinder adalah dia harus mengenal siapa itu Pathfinder, karena bagaimana mungkin dia bisa memulai kalau tak mengenal siapa Pathfinder itu.
Pathfinder adalah organisasi kepemudaan sedunia yang di sponsori oleh Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh.
Pathfinder menawarkan kegiatan-kegiatan yang luas dan termasuk, namun tidak terbatas, seperti dibawah ini:
a) Berkemah & keahlian berkemah
b) Latihan kepemimpinan
c) Kegiatan jangkauan keluar seperti mengumpulkan makanan, pakaian bagi yang berkekurangan, melawat dan mendoakan yang sakit, dan banyak lagi
d) Latihan interaktif dalam bidang, rekreasi, kesenian alat musik, alam, pekerjaan ditandai dengan pemberian penghargaan kepahaman bagi mereka yang menyelesaikan dengan baik modul latihan yang diberikan
e) Dijalankan oleh Staf Pathfinder yang terlatih dan memberikan perhatian terhadap semua Pathfinder.



2.2 Kelas-kelas Yang Ada Di Klub Pathfinder
Kelas-kelas Klub Pathfinder Umur
1. .Sahabat (Friend – Biru) 10thn
2. Teman (Companion – Merah) 11thn
3. Penyelidik (Explorer – Hijau) 12thn
4. Perintis (Ranger – Silver/putih) 13thn
5. Penjelajah (Voyager – Maroon/coklat) 14thn
6. Pemimpin (Guide – Emas/kuning) 15thn

2.3. Langkah-langkah Pembentukan Klub Pathfinder
Pemuda/i yang mau terlibat dalam pelayanan Pathfinder ini juga harsu mengetahui langkah-langkah mengorganisir Klub Pathfinder, yaitu:
1. Berunding dengan Pemimpin Pemuda Daerah/Konfrens
Siapapun di suatu gereja setempat yang melihat kebutuhan untuk dibentuknya sebuah klub Pathfinder berunding dahulu dengan Direktur Pemuda Daerah/Konfrens sebelum membuat rencana selanjutnya.
2. Rapat dengan Pendeta dan Pimpinan Daerah/Konferens
Permintaan rapat harus datang dari gereja setempat kepada Direktur Pemuda Daerah/Konfrens untuk memberikan keterangan, atau bila Direktur Pemuda Daerah/Konfrens berhalangan maka ia dapat mendelegasikannya kepada Koordinator Wilayah Pathfinder setempat.
3. Mengajukan Rencana kepada Majelis Sidang
Direktur Pemuda Daerah/Konfrens seharusnya meminta untuk bertemu dengan Majelis gereja, karena Majelis gereja harus tahu tentang tujuan dari klub Pathfinder ini.
4. Memberitahukan kepada Jemaat pada waktu jam Kebaktian
Adalah sangat penting bahwa semua anggota jemaat diberitahu tentang Klub Pathfinder, tujuannya dan program-programnya. Sebaiknya gunakan orang yang ahli atau berpengalaman untuk berbicara untuk mengadakan promosi ini atau undang Direktur Pemuda tingkat Uni, Daerah/Konfrens atau Pendeta sidang setempat.
5. Panggilan Khusus untuk Rapat pada Hari Sabat Siang
Rapat khusus ini harus mengikutsertakan siapapun yang aktif dalam organisasi Klub Pathfinder serta semua anggota yang memiliki potensi untuk tercapainya rencana tersebut.
6. Ajarkan Dasar dari Remaja
Salah satu syarat yang dapat mensukseskan kerja secara operasional dari Klub Pathfinder bergantung pada sejumlah orang pemimpin yang telah dilatih Direktur Pemuda Daerah/Konfrens yang harus memimpin pelatihan ini dan membawa sebanyak mungkin pelatih.
7. Pengangkatan Direktur dan Wakil Direktur
Majelis Gereja atau Komite dapat memilih orang yang paling memenuhi syarat untuk memimpin Klub Pathfinder dan merekomendasikannya kepada gereja Direktur dan Wakil Direktur, setelah acara pelatihan berakhir.
8. Memilih para Pembina dan para Instruktur (Executive Committe)
Eksekutif Komite di Klub Pathfinder terdiri dari Pendeta, Pemimpin PA Senior, guru-guru di Sekolah Sabat di tingkat yang lebih tinggi, Direktur Klub dan Wakil Direktur Klub. Klub ini akan membentuk aturan-aturan penting untuk operasional dari Klub dan memilih staf, para pembina dan para instruktur.
9. Memanggil Eksekutif Komite Klub Pathfinder untuk merencanakan Program Tahunan
Program tahunan bisa berupa rencana kerja, tugas-tugas kelas, waktu rapat, hari-hari istimewa, kegiatan konfrens, program bulanan, kegiatan remaja dan perkemahan harus diikutsertakan.
10. Bentuk Program 6 Minggu sebelum malam Pendaftaran
Pembentukan program terdiri dari rencana jangka panjang. Artinya ialah bahwa tujuan dari klub untuk periode yang lebih dari enam bulan dan satu tahun harus dibawakan dalam satu fokus. Kegiatan-kegiatan klub harus sesuai dengan seluruh tujuan ini.
11. Mengirim surat kepada keluarga-keluarga yang mempunyai anak remaja empat minggu sebelum malam Pendaftaran
12. Mengumumkan Program Klub
Empat minggu sebelum malam pendaftaran–Buletin Gereja
Tiga minggu sebelum malam pendaftaran–Papan Pengumuman
Dua Minggu sebelum malam pendaftaran–Program di Sekolah Sabat Remaja
Dua Minggu sebelum malam pendaftaran–Periode Missionaris Gereja
Dua Minggu sebelum malam pendaftaran–Surat dari Direktur Klub kepada para orang tua
Satu Minggu sebelum malam pendaftaran–Surat Pendeta kepada para Orang tua
Satu Minggu sebelum malam pendaftaran–Jadwal kebaktian, penekanan Program
Nol Minggu sebelum malam pendaftaran–Pendaftaran
13. Melatih dan Menyeragamkan Staf sebelum malam Pendaftaran
Direktur, Wakil Direktur, para pembina dan instruktur menyeragamkan para staf
14. Malam Pendaftaran
15. Program Kunjungan ke rumah-Para Pembina harus mengunjungi setiap Pathfinder di regunya secepatnya
Adalah sangat penting bagi Pembina Klub Pathfinder untuk pergi ke rumah dari masing-masing anggota baru dan memperkenalkan dirinya sebagai pembina klub
16. Program Pelantikan setelah 3 minggu pendaftaran
Ini adalah upacara yang istimewa dan anggota klub harus mengerti arti pentingnya

17. Malam Tamu
Malam tamu adalah aktifitas biasa kira-kira dua atau tiga minggu sebelum hari pendaftaran. Masing-masing anak dapat mengundang salah satu dari temannya untuk datang pada rapat malam tamu di klub.
18. Masyarakat dan ketertarikan Gereja
Melalui kegiatan klub Pathfinder ini akan kita lihat reaksi dari gereja bahkan mungkin dari masyarakat yang dulunya tidak tertarik
19. Evaluasi
Diadakan Evaluasi setelah klub beroperasi selama 10 atau 12 minggu

3.4 Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan di luar gereja antara lain:
1. Sereneding
2. Museum
3. Zoo Park
4. Planetarium
5. Watching video ; Discovery chanel, or about religion
6. Hiking
7. Track
8. Traditional Market
9. Police Office
10. Camping
11. Camporee
12. Communitry Service
13. Disaster Service
14. Outreach Churches
15. Yatim piatu
16. Jompo
17. Penjara
18. Pathfinder Fair
19. Pathfinder Day
20. Menyebarkan Traktat
21. Birthday Party
22. Visiting factory
23. Mengunjungi yang sakit dirumah atau dirumah sakit
24. Potluck khusus anggota Pathfinder
25. Program Sosial
26. Pelatihan PBB (Parade, Drill)
27. Program kebersihan lingkungan
28. Christmas Party
29. Leader Convention
30. Olimpic Day


Dari langkah-langkah dan model perencaan yang kita bahas di atas maka kita sudah mengetahui ke arah mana kegiatan Pathfinder itu. Seorang gembala yang peduli terhadap kegiatan orang muda dan pathfinder maka ia akan menjalankan proses pembentuk diatas dan melaksanakan program kegiatan, pemuda/i pun akan mengetahui apa-apa saja yang dapat mereka perankan untuk meningkatkan kegiatan Pathfinder ini karena mereka sudah mengetahui kegiatannya dari pendaftaran hingga pelantikan. Pelayanan pemuda/i ini akan dicocokkan dengan kebutuhan jemaat yang paling pas sesuai situasi dan kondisi yang ada.
Pemuda/i yang mau ambil peranan dalam kelas Pathfinder ini juga diwajibkan untuk mengetahui sejarah terbentuknya Klub Pahfinder dan apa-apa saja yang sudah pernah diadakan guna mencari ide dalam penerpan di jemaatnya.

3.5 Sejarah Terbentuknya PathfinderOrang muda/i yang mau terlibat dalam peningkatan di kelas Pathfinder juga harus mengetahui latar belakang sejarah terbentuknya Pathfinder. Ini juga merupakan salah satu tanda kepahaman yang wajib di dapatkan oleh para Pathfinder.
Efesus 4:13: “Sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.”
Jhon H. Hancock. John H. Hancock adalah pembentuk dan tokoh Pathfinder sedunia, berasal dari California, Amerika Serikat. Ditamatkan (Sarjana) dari Pacific Union College, memasuki pelayanannya di Konferens California Utara tahun 1939. John H. Hancock menikah dengan Hellen Hancock, mereka berdua bersama-sama melayani untuk pelayanan penginjilan hingga tahun 1946, lalu ia dipanggil menjadi Direktur Pemuda di Konferens Calilfornia Selatan. Pada tahun itu juga ia membentuk Pathfinder Club di Riverside. Tahun 1947 John H. Hancock bergabung dengan para direktur-direktur Pemuda di Uni Pacific untuk membentuk Pathfinder Club.
John H. Hancock telah melayani sebagai direktur Pemuda di dua daerah yaitu Uni Lake Conference tahun 1951-1954 dan Uni Pacific Utara tahun 1954-1963. pada tahun 1963 John H. Hancock dipanggil untuk memimpin departemen Pemuda di General Conference untuk melayani Pathfinder sedunia dan sebagai direktur Pemuda Advent Sedunia dari tahun 1970-1980. Pemuda dari seluruh dunia mengingat John H. Hancock tidak hanya melalui sejarahnya dan pelajaran-pelajaran yang memberi semangat mengenai Kristus pusat daripada pengharapan dan keteguhan, namun dia juga sebagai seorang laki-laki dan pemain Harmonika (Accordion), kebiasaannya memainkan Harmonika di dalam setiap perjalanannya kemana saja. Tahun 1972 John H. Hancock mengadakan pelatihan seminar di Andrews University dan kemudian diadakan kembali di divisi-divisi lain. Pada tahun 1992, “John H. Hancock Youth Centers” di bentuk di La Sierra dan Andrews University. John dan Hellen telah menikah 52 tahun yang lalu dan dikaruniai satu putri dan dua putra, dan sembilan cucu.

3.6 Tanggal dan Peristiwa-Peristiwa penting Dalam Sejarah Pathfinder1907 Gerakan Missionary Volunteer (MV) diorganisir
1908 Hari Missionary Volunteer pertama tanggal 7 Maret
1909 Junior Missionary Volunteer diorganisir
1911 Seri leaflet MV dimulai
1915 Konvensi 10 hari di Pacific Union College-Para pemimpin MV dan Pendidikan meletakkan rencana-rencana jangka panjang bagi anak-anak remaja di gereja
1918 Kursus Delapan jam tentang pekerjaan Junior menjadi pokok pelatihan yang dituntut bagi para guru di Summer School. Buku petunjuk Junior diterbitkan
1919 A.W. Spalding bersama pemimpin orang muda lainnya membentuk kepanduan Mission di Madison, Tenesse. Penekanan diletakkan pada ketrampilan luar rumah, kesenian dan ketrampilan. Undang-undang dan Janji Pemuda Junior dibuat Departemen Pemuda Advent Junior, MV di General Confrence
1922 Kelas kepahaman JMV (Junior Missionary Volunteer) atau sekarang AJY (Adventist Junior Youth) diperkenalkan yaitu: kelas Sahabat dan kelas Teman. A.W. Spalding dan Harriet Hold menyokong ide dasar klub-klub Pathfinder.
1926 Perkemahan orang muda pertama kali diadakan di Amerika Serikat yaitu di Tow Michigan
1927 Master Comrade (sekarang Master Guide) secara resmi disetujui, camping Pria dan wanita dilaksanakan di Wisconsin dan Michigan.
1928 Penghargaan atas pencapaian dalam hal Vocational diperkenalkan
1929 Nama Pathfinder pertama sekali digunakan pada summer camping di California Selatan.
1930 Kelas-kelas pra JMV/AJY dikembangkan
1931 Master Comrade menerima resmi penghargaan-penghargaan (Honors) pertama sekali 53 pin-pin dikeluarkan. Pelantikan Pertama Master Comrade
1932 Pembelian lahan perkemahan JMV yang pertama di Idyllwild, California
1938 Buku penuntun Master Comrade (sekarang Master Guide) dipublikasikan
1946 Pathfinder Club pertama yang disponsori oleh Konfrens Riverside, California.Emblem Pathfinder Club dirancang oleh John H. Hancock.
1947 Youth Congres pertama Divisi Amerika Utara di San Fransisco.
1948 Helen Hobbs membuat bendera Pathfinder. Slogan Share Your Faith diperkenalkan.
1949 Henry T. Bergh menulis Pathfinder Song.
1950 GC secara resmi mengumumkan pembentukan Pathfinder Club di seluruh dunia. Booklet “Patfinder Staf Training Course” dan How to Start a Pathfinder Club” diterbitkan. Kelas Penyelidik ditambah.
1951 Pathfinder Fair, 23 September, Dinuba, California. Master Comrade berganti menjadi Master Guide
1952 Hak cipta lagu Pathfinder diadakan
1954 Kampore Pathfinder pertama, May 7-9, Idyllwild, California.
Kelas Perintis ditambah. Master Guide dibagi menjadi Junior dan Senior
1956 Kelas Penjelajah ditambahkan, kemudian dua kelas lagi ditambahkan yaitu Ranger dan Voyager
1957 Hari Junior Missionary Volunteer ditambahkan pada kalender gereja.
1958 Kelas-kelas Advanced Junior Missionary Volunteer ditambah.
1962 Pathfinder Staff Training Course, 60 jam.
1963 John H. Hancock terpilih menjadi direktur Pathfinder sedunia.
1965 JMV Handbook digabung dengan Master Guide Manual menjadi MV Handbook. Eager Beaver dilembagakan
1966 Kelas Perintis (Pioneer) ditambah (sekarang Ranger)
1970 John H. Hancock terpilih menjadi Direktur Pemuda sedunia dan Leo Ranzolin terpilih menjadi direktur Pathfinder sedunia. Kelas Pioneer berubah nama menjadi Ranger
1974 Patfinder Staff Manual direvisi dan dikembangkan
1978 Festival Iman, NAD.
1979 Missionary Volunteer (MV) berganti nama menjadi Adventist Youth (AY),
Junior Missionary Volunteer (JMV) berganti nama menjadi Adventist Junior Youth (AJY), pre AJY berubah menjadi Adventures (4-5 tahun)
1980 Leo Ranzolin terpilih menjadi direktur Pemuda sedunia
Mike Stevenson terpilih menjadi Direktur Pathfinder sedunia dan Les Pitton terpilih menjadi direktur Pemuda NAD.
1980 Program Master Guide diubah. Master Guide pemimpin Pathfinder. Adventist Youth pemimpin untuk Pemuda Dewasa
Perayaan 30 tahun Pathfinder. Logo Kepemimpinan Pemuda Advent diterima
1982 Nama baru yaitu Dunia Pathfinder dari MV
Kelas Voyager (Penjelajah) ditambah diantara Ranger dan Guide
Seragam Pathfinder Club dibuat. Revisi seragam Pathfinder NAD
1986 Malcolm Allen terpilih menjadi direktur Pathfinder sedunia.
1987 Emblem NAD di rancang oleh Norm Middag
1989 Penghargaan (Award) Kepemimpinan Pathfinder ditambahkan.
Kelas-kelas Adventurer. Logo Emblem Adventurer Klub. Emblem Adventurer sedunia
1992 Pusat Pemuda John H. Hancock dibentuk di La Sierra University dan Andrews University.
1994 2-6 Agustus, Kampore internasional Pathfinder “Dare to Care” di Denver, Colorado
1995 Program Teen Leadership Training (TLT) di bentuk sebagai pelatihan bagi para Pathfinders
1999 Kampore internasional Pathfinder “Discover the power” di Osh Kosh Wi (USA) lebih 20.000 perserta dari seluruh dunia berkumpul bersama selama empat hari
Pemuda/i yang mau aktif dalam pelayan kelas-kelas kemajuan Pathfinder juga harus mengetahui arti Logo Pathfinder itu sendiri. Logo itu juga melambangkan bagaimana seluruh kegiatan Pathfinder harus berpusat hanya pada Kritus, oleh sebab itu kegiatannya juga harus berpusat pada Kristus, dan misi-Nya di dunia ini. Dengan diterapkannya prinsip Kristus yaitu Kasih maka niscaya para Pathfinder di jemaat-jemaat akan maju guna menyelesaikan pekerjaan Injil di dunia ini.


3.6 Arti Logo Pathfinder1. Warna Merah.
Mengingatkan kita pada pengorbanan Kristus Yoh 3:16)
2. Segi Tiga.
Pemenuhan dari Trinitas Allah-Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Segitiga Pendidikan, yaitu: Mental: Keahlian dan pengharapan. Fisik: Berkemah, bekerja seperti lebah. Spiritual: Kegiatan missionaries, bersakasi
3. Warna Emas
“Aku menasehatkan engkau supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api agar engkau menjadi kaya…” (Why 3:18). Ukuran standar. Klub Pathfinder mempunyai standar yang tinggi tolong menolong dalam pembentukan karakter Surga
4. Perisai
Di dalam Kitab Suci Allah sering dikatakan sebagai perisai umat-umat-Nya. “Janganlah takut…Akulah perisaimu” (Kej 15:1). “Dalam segala hal pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu dapat memadamkan semua panah api dari si jahat.” (Ef 6:16)
5. Warna Putih
“Barang siapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian…”(Why 3:5). Kita rindu untuk mempunyai kesucian dan kebenaran Kristus di dalam kehidupan kita
6. Klub
Klub Pathfinder adalah salah satu organisasi dari Departemen Kepemudaan se-dunia di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
7. Warna Biru
Ini adalah tujuan dari Klub Pathfinder untuk menolong mengajarkan kita setia kepada: Allah, orang tua, dan Gereja kita
8. .Pedang
Pedang digunakan dalam peperangan. Pertempuran selalu dimenangkan dengan serangan kita terhadap dosa dan senjata kita adalah Firman Allah. “...Pedang Roh, yaitu Firman Allah” (Ef 6:17)






BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
Peran orang muda dalam peningkatan kelas kemajuan Pathfinder adalah harus mengeal siapa itu Pathfinder, kegiatannya, langkah-langkah pembentukkan Klub Pathfinder, sejarah Pathfinder, dan sudah pasti arti logo Segi Tiga Pathfinder itu sendiri. Karena dengan pengenalan, dan pendalaman, yang dilakukan maka pemuda/I yang mau terlibat akan mengeamalkannya jika sudah terjun langsung dan mereka dengan sendirinya mendapatkan pengalaman yang luar biasa, dan kebanggaan yang tidak tertarakan menjadi seorang Pathfinder.
Pathfinder adalah salah satu sarana Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh yang mempersiapkan orang mudanya untuk mencapai kesatuan iman dan pengaruh yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.

3.2 Saran-saran
Jika Anda adalah seorang yang punya semangat Pathfinder mulailah dengan diri Anda untuk menjadi seorang Pathfinder yang terampil. Segera cari tahu di jemaat mana yang ada Klub Pathfindernya untuk turut aktif dalam kegiatannya. Bagikan segala kepahaman Anda, curahkan semuanya kepada para Pathfinder, sehingga Pathfinder tersebut dapat Anda persiapkan menjadi alat Kristus yang handal dan terampil dan pekerjaan Tuhan, karena itualah tujuan PA: “Pekabaran Advent keseluruh dunia pada Zaman ini.” Dan jangan lupa banyak berkonsultasi dengan direktur Pathfinder setempat. Sekali Pathfinder tetap Pathfinder.
DAFTAR PUSTAKA

Barends Richrad. Pathfinder Basic Training Course. Ciwaruga, 22 Februari 2003
Cathy Elstrom and Endy Hernandez. How to Make It Happen: Manual for Local AY2Y Clubs. Walla Walla Youth to Youth
General Confrence Committee of Seventh-day Adventist. Seventh-day Adventist Church Manual. Bandung: Indonesia Publishing House, 1998.
Schwarz, R.W. Light Bearers to the Remnant. California: Pacific Press Publishing Association, 1979.
Sitanggang Hendry Y. Pathfinder Basic Training Course. Ciwaruga, 22 Februari 2003
The NAD Church Ministries Departement. NAD. NORTH AMERICAN DIVISION. Adventist Youth Classes. Instructor’s Manual. Nebraska: NAD Church Ministries, 1990
. Adventist Youth Classes. Nebraska: NAD Church Ministries, 1990
Wilson SDA Church.
Internet.http://www.Wilsonsdachurch.org/Pathfinder/html, 21 Juli, 2001.
Youth Department General Confrence of Seventh-Day Adventists. Pedoman Administrasi PA Remaja/Pathfinder. Departeman Pemuda Adevent Uni Indonesia Kawasan Barat. Jakarta, 2000
. Leland & Linda Davis. Tanda Kepahaman Jangkauan Keluar. Departeman Pemuda Advent Uni Indonesia Kawasan Barat. Jakarta, 2000
. The AY Honors. Washington D.C.,: The Review And Herald Publishing Association, 1980
. Youth Ministry HandBook and Leadership Training Manual. Washington D.C.,: Youth Department General Confrence of Seventh-Day Adventists, 1976.

Sabtu, 15 Maret 2014

BROSUR PERKEMAHAN PATHFINDER SE UKIKT

Kalau ko anak Pathfinder mari kitong sukseskan kegiatan ini..
Sa cuma mo bilang kam tra ikut kam rugi..
Salam Pathfinder

Minggu, 02 Maret 2014

Operasi SAR

Dalam penyelenggaraan operasi SAR terdapat 5 tahapan, yaitu :  
 
1. Awareness Stage (Tahap Kekhawatiran)     
Adalah kekhawatiran bahwa suatu keadaan darurat diduga akan muncul (saat disadarinya terjadi keadaan darurat/ musibah).

2. Initial Action Stage (Tahap Kesiagaan/ Preliminary Mode)     
Adalah tahap seleksi informasi yang diterima, untuk segera dianalisa dan ditetapkan bahwa berdasarkan informasi tersebut, maka keadaan darurat saat itu diklasifikasikan sebagai :
a. INCERFA (Uncertainity Phase/ Fase meragukan) :
adalah suatu keadaan emergency yang ditunjukkan dengan adanya keraguan mengenai  keselamatan jiwa seseorang karena diketahui kemungkinan mereka dalam menghadapi kesulitan.
b. ALERFA (Alert Phase/ Fase Mengkhawatirkan/ Siaga) :
adalah suatu keadaan emergency yang ditunjukkan dengan adanya kekhawatiran mengenai keselamatan jiwa seseorang karena adanya informasi yang jelas bahwa mereka menghadapi kesulitan yang serius yang mengarah pada kesengsaraan (distress).
c. DITRESFA (Ditress Phase/ Fase Darurat Bahaya) :
adalah suatu keadaan emergency yang ditunjukkan bila bantuan yang cepat sudah dibutuhkan oleh seseorang yang tertimpa musibah karena telah terjadi ancaman serius atau keadaan darurat bahaya. Berarti, dalam suatu operasi SAR informasi musibah  yang diterima bisa ditunjukkan tingkat keadaan emergency dan dapat langsung pada tingkat Ditresfa yang banyak terjadi.

3. Planning Stage (Tahap Perencanaan/Confinement Mode)     
Yaitu saat dilakukan suatu tindakan sebagai tanggapan (respons) terhadap keadaan sebelumnya, antara lain :
a. Search Planning Event (tahap perencanaan pencarian).
b. Search Planning Sequence (urutan perencanaan pencarian).
c. Degree of Search Planning (tingkatan perencanaan pencarian).
d. Search Planning Computating (perhitungan perencanaan pencarian).

4. Operation Stage     
Detection Mode/ Tracking Mode And Evacuation Mode, yaitu  seperti dilakukan operasi pencarian dan  pertolongan serta  penyelamatan  korban secara  fisik. Tahap operasi meliputi :
Fasilitas SAR bergerak ke lokasi kejadian.
- Melakukan pencarian dan mendeteksi tanda-tanda yang ditemui yang diperkirakan   ditinggalkan survivor (Detection Mode).
- Mengikuti  jejak  atau  tanda-tanda  yang  ditinggalkan  survivor (Tracking Mode).
- Menolong/ menyelamatkan dan mengevakuasi korban (Evacuation Mode), dalam hal ini memberi perawatan gawat darurat pada korban yang membutuhkannya dan  membawa korban yang cedera kepada perawatan  yang  memuaskan (evakuasi).
- Mengadakan briefing kepada SRU.
- Mengirim/ memberangkatkan fasilitas SAR.
- Melaksanakan operasi SAR di lokasi kejadian.
- Melakukan penggantian/ penjadualan SRU di lokasi kejadian.

5. Mission Conclusion Stage (Tahap Akhir Misi)     
Merupakan tahap  akhir  operasi  SAR,  meliputi  penarikan kembali SRU dari lapangan ke posko, penyiagaan kembali  tim SAR untuk menghadapi musibah selanjutnya yang sewaktu-waktu dapat   terjadi, evaluasi hasil kegiatan, mengadakan pemberitaan (Press Release) dan menyerahkan jenasah korban, survivor  kepada yang berhak serta mengembalikan SRU pada instansi induk masing-masing dan pada kelompok masyarakat.

Selasa, 18 Februari 2014

3 RAHASIA MENJADI PRAJURIT KRISTUS YANG TANGGUH

Ayat kutipan
“Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.” 2 Timotius 2:3"  

1. Fokus Kepada Tuhan
“Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.” 2 Tim 2:4.

“Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu.” Maz 26:3

2. Disiplin
 “Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.” 2 Tim 2:5.

“Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” Ibr 10:25  

3. Ketekunan
“Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.
” 2 Tim 2:6  “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”

1 Kor 15:58   Menjadi prajurit Yesus yang tangguh merupakan suatu hal yang luar biasa. Kita akan sanggup mematahkan segala tipu daya si iblis, memenangkan setiap masalah yang kita hadapi dan bahkan menjadi berkat bagi banyak orang.

Dengan memfokuskan kehidupan kita kepada Tuhan, mendisiplinkan diri di hadapanNya dan tekun membina hubungan denganNya, maka kita dapat menjadi prajurit yang tangguh bagi kemuliaan nama Yesus.

Tuhan memberkati.

PATHFINDER LAW

Oleh karna kasih karunia Tuhan saya mau menjadi suci manis budi dan benar, saya mau "MENURUTI" PERATURAN PATHFINDER saya mau menjadi hamba Allah dan sahabat manusia


familiar sekali bukan??
Ya itu adalah 'PERJANJIAN PATHFINDER'

yang saya tekankan disini adalah kata2 yang berhuruf besar "saya mau MENURUT PERATURAN PATHFINDER"
saya lihat pengamalan dari kalimat diatas sudah agak memudar
Pathfinders
janji itu bukan hanya "untuk diucapkan setiap upacara/apel"
melainkan HARUS kita terapkan sehari-hari dan ingat!! Kita berjanji disaksikan oleh TUHAN secara tidak langsung,

Peraturan pathfinder bagi saya adalah untuk :
-Turut penunggu pagi
-Melakukan kewajibanku
-Memelihara Tubuhku
-Bertindak berani dan berbuat benar
-Jadi sopan dan menurut
-Jalan perlahan dalam kebaktian
-Selalu menyanyi dalam hati
-Jalankan perintah Tuhan


kita PATHFINDER adalah team inteligent dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, kita juga adalah Tiang- tiang gereja yang juga harusnya mengabar injil seperti Tujuan pathfinder "pekabaran advent ke seluruh Dunia pada Zaman ini"

kelas pathfinder diadakan bukan hanya untuk mengisi kekosongan waktu hingga tutup sabat tetapi juga untuk melatih kita mengembangkan bakat, mengajar kita disiplin dan mengabar injil,

untuk KEDISIPLINAN : disekolah kalian dibina untuk DISIPLIN dan menurut tata tertib sekolah, kalau untuk sekolah bisa, kenapa Tidak untuk Pathfinder yg untuk menyampaikan kabar keselamatan?!

Untuk mengabar injil : tidak usah repot2 dimulai dari perbuatan kita dahulu saja, kita adalah Garam Dunia bukan? Tunjukan bahwa kita sebagai Pathfinders berbeda dari Dunia ini, dan jika ada yang tertarik sharing dan kalian dapat mengajak mereka yg advent dan nonadvent untuk ikut pathfinder club jika mereka mau.

Minggu, 16 Februari 2014

KEGIATAN PEMUDA & PATHFINDER UKIKT & DIVISI TAHUN 2014

Mante – mante… Pren – pren…. Wanka – wanka… !!!
Jang sampe kam ketinggalan dari Kegiatan Pemuda & Pathfinder Tahun ini
Ada beberapa kegiatan besar di antaranya :

1. Global youth day. Sabat, ibadah gabungan 8 Maret 2014 (t4, info selanjutnya, di manado) untuk 3 daerah (Konf Manado dan Malut, Konf Minahasa, Distrik Minut Bitung).

2. Pathfinder camporee se UKIKT di Gorontalo, 18-22 Juni 2014.

3. Youth Program se-Divisi Asia Pasifik Selatan, 1- 6 Juli 2014 di Unai Bandung, Khusus untuk para pemimpin pemuda (hanya untuk 100 peserta dari UKIKT).

Sa mo bilang… kam tra ikut.. kam rugi…
Mari kitong sukseskan kegiatan ini
Tuhan memberkati kitong semua

Kamis, 06 Februari 2014

PELANTIKAN DUA DIREKTUR PATHFINDER & SATU DIREKTUR PETUALANG

Perkemahan Petualang dan Pathfinder yang di adakan beberapa waktu lalu, pada tanggal, 31 Januari sampai dengan 02 Februari 2014, oleh Tiga Klub Pathfinder di Wilayah Sorong yaitu Pathfinder Klub Tegar, Pathfinder Klub Doom dan Pathfinder Rafidin Hill Club.

Yang dibuka secara resmi oleh Direktur Pemuda Advent Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Daerah Misi Papua Barat, MG. Pdt. Tonny Mayai, S.Ag, pada Upacara Pembukaan yang di adakan di Halaman Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Klabala.

Pada acara pembukaan tersebut, Direktur PA GMAHK DMPB, MG. Pdt. Tonny Mayai, melantik secara resmi Dua Direktur Pathfinder serta Satu Direktur Petualang, yang diantaranya adalah MG. Harry Thewu yang di pilih oleh GMAHK Jemaat Doom sebagai Direktur Pathfinder Jemaat, selanjutnya MG. Yeheskiel Yesnat, yang juga diangkat oleh GMAHK Jemaat Tempat Garam sebagai Direktur Pathfinder Jemaat serta yang terakhir adalah MG. Yulin Mainolo, sebagai Direktur Petualang dari Rafidin Hill Club yang juga di pilih oleh Jemaat sebagai Direktur Petualang.


Pelantikan tersebut di tandai dengan pemasangan Epolet atau pangkat kepada ketiga Direktur oleh Direktur PA GMAHK DMPB, MG. Tonny Mayai, serta di harapkan dengan di lantiknya ketiga Direktur tersebut, kegiatan Pathfinder di masing – masing klub dapat terlaksana dengan baik dan membawa generasi muda untuk selalu melakukan kegiatan – kegiatan positif melalui Pathfinder. 

PERKEMAHAN PATHFINDER “TO SERVE GOD WITH JOY” MELAHIRKAN 11 MASTER GUIDE

Perkemahan Pathfinder Tiga Klub, Klub Tegar, Doom dan Rafidin Hill yang di adakan pada 31 Januari hinggan berakhir pada, 02 Februari 2014 kemarin, berjalan dengan tertib dan aman, serta kegiatan ini sendiri melibatkan para petualang, pathfinder dan calon master guide.



Kegiatan ini pula dibuka secara resmi oleh Direktur Pemuda Advent Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Daerah Misi Papua Barat, MG. Pdt. Tonny Mayai, S.Ag, serta dihadiri pula kordinator Pathfinder Wilayah Sorong, MG. Irwanto Muloke.

Kegiatan yang melibatkan ketiga klub ini cukup meriah pelaksanaannya, yang mana ada beberapa kegiatan Out Bound atau kegiatan haling rintang di luar yang melibatkan adik – adik Petualang dan Pathfinder, yang mana Terlihat begitu antusias para petualang dan pathfinder yang mengikuti kegiatan tersebut.


Disisi lain ada pula kelas CMG atau Calon Master Guide yang di pimpin oleh MG. Richard Saidui, dengan memberikan beberapa materi untuk memenuhi tuntutan yang harus dipenuhi oleh seorang master guide. Serta pada puncak dari acara perkemahan tersebut adalah pelantikan serta kenaikan kelas kemajuan yang selama ini di ikuti oleh para pathfinder dan calon master guide.

Pada acara perkemahan tersebut Direktur PA GMAHK DMPB yang juga adalah Direktur Pathfinder GMAHK DMPB, MG. Pdt. Tonny Mayai, telah melantik sebelas Calon Master Guide yang masing – masing adalah, CMG. N. Saidui, CMG. M. Duwiri, CMG. A. Tangeran, CMG. A. Lopulalan, CMG. J. Sahuburua, CMG. S. Sangkoy, CMG. M. Flasi, CMG. A. Kogoya, CMG. D. Snanfi, CMG. Sarisway, dan  CMG. J. Pandori, sepuluh CMG binaan Rafidin Hill Club serta satu Binaan CMG Klub Doom yaitu CMG. J. Pandori.



Kesebelas CMG yang telah dilantik menjadi master guide ini rata – rata para orang tua yang sangat senang dengan kegiatan kepanduan Advent ini yang juga mempunyai semangat pelayanan dalam pekerjaan Tuhan serta ingin member motifasi kepada generasi muda Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh saat ini untuk selalu aktif dalam pekerjaan Tuhan, serta menantikan kedatangan Tuhan yang tidak lama lagi.

Selasa, 21 Januari 2014

Packing

Packing

Dalam setiap kegiatan outdoor. Kegiatan seperti penjelajahan, pendakian gunung, membutuhkan keahlian khusus dalam menata barang dalam ransel/Cariel, agar semua item bisa masuk dan sesuai dengan keadaan track jalan, sehingga bisa mengemat energi dan mengurangi kemungkinan cidera. Packing adalah seni, ya seni menempatkan dan menata seluruh peralatan yang dibutuhkan didalam ransel. Ransel yang dipacking dengan baik akan memudahkan dan lebih nyaman untuk dibawa dibandingkan dengan ransel yang tidak di packing dengan baik. Dewasa ini banyak pengguna ransel/carier memasukan matras kedalam ransel dan kemudian baru memasukan barang-barang lain, dengan maksud agar ransel terlihat rapi bentuknya. Ini adalah langkah yang tidak benar karena merupakan pemborosan tempat. Selain itu juga, jika tiba-tiba memerlukan matras maka mau tidak mau harus membongkar packing dan menatanya kembali saat matras tidak dibutuhkan lagi. Ransel modern saat ini sudah menyediakan strap di beberapa tempat yang bisa digunakan untuk menempatkan matras. Oleh karena itu packing adalah seni maka akan menjadi tantangan yang sangat menarik untuk bisa mempacking rapi ransel tanpa di bantu oleh matras di dalamnya.
Faktor-faktor yang perlu di perhatikan dalam packing:
  • Faktor berat, penempatan item peralatan dan logistik yang sesuai menurut beratnya, letakkan item yang berat dibagian atas dan barang-barang yang ringan di bagian bawah. Gunanya adalah agar berat seluruh beban jatuh di pundak, bukan pinggang atau punggung. Keseimbangan juga harus diperhatikan. Untuk itu, bagilah berat merata kiri dan kanan ransel.
  • Faktor penggunaan barang, item-item peralatan dan logistik yang sering dipakai atau akan segera dipakai diletakkan pada tempat yang mudah diambil. Kelompokkan ietm-item menurut fungsi dan timming penggunaannya. Misalnya perlengkapan tidur hendaknya diletakkan pada bagian terbawah ransel karena penggunaan item tersebut baru pada malam hari, pakian ganti diletakkan diatasnya, kemudian dilanjutkan perlengkapan masak dan logistik makanan. Untuk tenda hendaknya diletakkan pada bagian paling atas karena selain lebih berat, tenda juga merupakan item paling dulu dibutuhkan saat akan mendirikan basecamp. Pengelompokan item-item peralatan menurut fungsinya ini bisa akan lebih baik jika ditempatkan dalam kantong-kantong atau stuff bag.
  • Faktor efesiensi, Pergunakan setiap ruang dalam ransel maupun ruang kosong pada item-item peralatan.Misting yang kosong didalamnya serta gelas yang kosong akan lebih baik lagi bila diisikan item-item kecil yang dapat lebih menghemat tempat. Juga, buanglah setiap kotak-kotak makanan yang tidak perlu dan untuk mengenali makanan yang telah dibuang kotaknya tersebut tandailah dengan spidol untuk memudahkan kita. Selain mengurangi berat, kita juga secara tidak langsung telah mengurangi sampah.                     
 Faktor pembagian berat yang benar merupakan hal yang perlu menjadi perhatian kita. Pada medan perjalanan yang landai, item-item yang berat berada di paling atas bagian dalam dekat dengan kepala, item terberat sedang ditempatkan pada dua tempat, yaitu pada bagian tengah bagian dalam (dekat punggung) dan bagian atas luar menutupi item-item yang berat. item yang ringan diletakkan tengah luar.
Pada medan perjalanan yang curam bagian atas ransel diisi dengan item yang sedang beratnya. Item yang berat-berat diletakkan pada bagian paling dalam dekat dengan punggung dan pundak, sedangkan item yang ringan diletakkan pada bagian luar menutupi item yang paling berat. Pada jenis pengaturan ini sleeping bag selalu diletakkan pada bagian bawah ransel.
Packing logistik juga perlu diorganisasikan menurut jadwal penggunaannya. Kelompokkanlah logistik makan pagi, siang, dan malam dalam kantong yang berbeda. Ini akan sangat membantu saat berhenti ditengah perjalanan untuk makan siang sehingga tak perlu harus bongkar seluruh bungkus logistik untuk menemukan snack makan siang kita. Satu hal yang tak kalah pentingnya adalah bungkuslah seluruh item-item peralatan dengan plastik walaupun kita melakukan perjalanan di musim panas. Udara lembab gunung bisa membuat pakaian dan sleeping bag kita menjadi basah.


Prinsip-prinsip packing carrier yang harus diperhatikan antara lain:
  1. Pada saat back-pack dipakai beban terberat harus jatuh ke pundak, Mengapa beban harus jatuh kepundak, ini disebabkan dalam melakukan perjalanan [misalnya pendakian] kedua kaki kita harus dalam keadaan bebas bergerak, jika salah mempacking barang dan beban terberat jatuh kepinggul akibatnya adalah kaki tidak dapat bebas bergerak dan menjadi cepat lelah karena beban backpack anda menekan pinggul belakang. Ingat : Letakkan barang yang berat pada bagian teratas dan terdekat dengan punggung.
  2. Membagi berat beban secara seimbang antara bagian kanan dan kiri pundak Tujuannya adalah agar tidak menyiksa salah satu bagian pundak dan memudahkan anda menjaga keseimbangan dalam menghadapi jalur berbahaya yang membutuhkan keseimbangan seperti : meniti jembatan dari sebatang pohon, berjalan dibibir jurang, dan keadaan lainnya.
          Pertimbangan lainnya adalah sebagai berikut :
  • Kelompokkan barang sesuai kegunaannya lalu tempatkan dalam satu kantung untuk mempermudah pengorganisasiannya. Misal : alat mandi ditaruh dalam satu kantung plastik.
  • Maksimalkan tempat yang ada, misalkan Nesting (Panci Serbaguna) jangan dibiarkan kosong bagian dalamnya saat dimasukkan ke dalam carrier, isikan bahan makanan kedalamnya, misal : beras dan telur.
  • Tempatkan barang yang sering digunakan pada tempat yang mudah dicapai pada saat diperlukan, misalnya: rain coat/jas hujan pada kantong samping carrier.
  • Hindarkan menggantungkan barang-barang diluar carrier, karena barang diluar carrier akan mengganggu perjalanan anda akibat tersangkut-sangkut dan berkesan berantakan, usahakan semuanya dapat dipacking dalam carrier.
Mengenai berat maksimal yang dapat diangkat oleh anda, sebenarnya adalah suatu angka yang relatif, patokan umum idealnya adalah 1/3 dari berat badan anda , tetapi ini kembali lagi ke kemampuan fisik setiap individu, yang terbaik adalah dengan tidak memaksakan diri, lagi pula anda dapat menyiasati pemilihan barang yang akan dibawa dengan selalu memilih barang/alat yang berfungsi ganda dengan bobot yang ringan dan hanya membawa barang yang benar-benar perlu.

Memilih dan Menempatkan Barang

Dalam memilih barang yang akan dibawa pergi mendaki atau kegiatan alam bebas selalu cari alat/perlengkapan yang berfungsi ganda, tujuannya apalagi kalau bukan untuk meringankan berat beban yang harus anda bawa, contoh : Alumunium foil, bisa untuk pengganti piring, bisa untuk membungkus sisa nasi untuk dimakan nanti, dan yang penting bisa dilipat hingga tidak memakan tempat di carrier.
  1. Matras ; Sebisa mungkin matras disimpan didalam carrier jika akan pergi kelokasi yang hutannya lebat, atau jika akan membuka jalur pendakian baru. Banyak rekan pendaki yang lebih senang mengikatkan matras diluar, memang kelihatannya bagus tetapi jika sudah berada di jalur pendakian, baru terasa bahwa metode ini mengakibatkan matras sering nyangkut ke batang pohon dan semak tinggi, lagipula pada saat akan digunakan matrasnya sudah kotor. 
  2. Kantung Plastik ; Selalu siapkan kantung plastik didalam carreir anda, karena akan berguna sekali nanti misalnya untuk tempat sampah yang harus anda bawa turun, baju basah dan lain sebagainya. Gunakan selalu kantung plastik untuk mengorganisir barang barang didalam carrier anda (dapat dikelompokkan masing-masing pakaian, makanan dan item lainnya), ini untuk mempermudah jika sewaktu-waktu anda ingin memilih pakaian, makanan dsb. 
  3. Menyimpan Pakaian ;Jika anda meragukan carrier yang anda gunakan kedap air atau tidak, selalu bungkus pakaian anda didalam kantung plastik [dry-zax], gunanya agar pakaian tidak basah dan lembab. Sebaiknya pakaian kotor dipisahkan dalam kantung tersendiri dan tidak dicampur dengan pakaian bersih. 
  4. Menyimpan Makanan ;Pada gunung-gunung tertentu (misalnya Rinjani) usahakan makanan dibungkus dengan plastik dan ditutup rapat kemudian dimasukkan kedalam keril, karena monyet-monyet didekat puncak / base camp terakhir suka membongkar isi tenda untuk mencari makanan.
  5. Menyimpan Korek Api Batangan ;Simpan korek api batangan anda didalam bekas tempat film (photo), agar korek api anda selalu kering.
  6. Packing Barang / Menyusun Barang Di Carrier ;Selalu simpan barang yang paling berat diposisi atas, gunanya agar pada saat carrier digunakan, beban terberat berada dipundak anda dan bukan di pinggang anda hingga memudahkan kaki melangkah. 
 Mengangkat Ransel/Cariel yang Benar

Jika anda ingin lebih nyaman dalam mengangkat ransel anda ke punggung, karena kadang kala tehnik yang salah dapat menyebabkan tangan atau pinggang terasa sakit. Ada baiknya coba tips ini. Saya rasa inilah tehnik terbaik, caranya;
- dirikan ransel, pegang salah satu strap bahu, renggang slah satu kaki
- angkat ransel, letakkan di dengkul dan tahan handle (ada di bagian tengah atas,terletak diantara kedua strap bahu)
- masukkan satu lengan, putar ransel ke punggung
- berdiri tegak, masukkan lengan lainnya
- sesuikan semua strap dan anda siap pergi

         
Menurut saya Teknik seperti di atas yang nyaman,Selain Menjaga isi barang di dalam tetap rapih,dan mengurangi energi yang di keluarkan.